Bahlil Buka Suara soal Eskpor Tertahan Karena Aturan Logam Tanah Jarang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa ekspor mineral tertahan karena ditemukannya kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) sebagai unsur ikutan dalam produk seperti nikel dan tembaga. Saat itu belum ada aturan pasti yang mengatur hal tersebut, sehingga menghambat proses ekspor. Indonesia juga belum memiliki industri yang khusus mengolah LTJ sebagai produk sampingan. Setelah koordinasi lintas kementerian, disepakati bahwa larangan ekspor hanya berlaku untuk LTJ sebagai produk utama, sementara komoditas dengan LTJ sebagai unsur ikutan dapat diekspor. Lebih dari 100 kapal yang sebelumnya tertahan kini dapat melanjutkan ekspor, dengan PT Sucofindo menerbitkan 85 laporan surveyor yang tertunda untuk komoditas seperti alumina, tembaga, katode, dan produk nikel. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas perekonomian. Pemerintah tengah menyusun pemetaan agar ekspor produk hilirisasi tetap berjalan sambil mengatur pengelolaan LTJ dengan lebih baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.00
Bahlil: Indonesia Belum Punya Industri Logam Tanah Jarang
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.20
Heboh Ekspor Nikel-Timah Disetop Gegara LTJ, Ini Keputusan Pemerintah
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 11.20
Kepala KSP Beberkan Awal Mula Polemik Ekspor Nikel Cs Setop Gegara LTJ
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 16.43
Ekspor Nikel-Timah Cs Terganjal LTJ, Pemerintah Siap Revisi Permendag
Berita terkait
Ekspor Nikel Terhambat LTJ, Pelaku Usaha Minta Kepastian Standar
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.00
Ekspor Nikel Cs Terganjal, Pelaku Usaha: LTJ Cuma Mineral Ikutan
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.45
Aturan Belum Jelas! Heboh Nikel-Timah Cs Dilarang Ekspor Imbas LTJ
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.59
Ekspor Nikel Cs Disetop Gegara LTJ, Pelaku Usaha Desak Ini
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.44