Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

57 Orang Tewas, Migran Ilegal Balik ke Maroko Usai Serbu Kota Otonom Spanyol

Lebih dari 50.000 migran ilegal menyerbu Ceuta, kota otonom Spanyol di Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko, sejak Kamis (30/7). Gelombang ini merupakan yang terbesar dalam sejarah. Sedikitnya 57 orang tewas akibat tenggelam saat berenang mencapai pantai Ceuta atau terhimpit saat memanjat bebatuan pemecah gelombang di area pagar perbatasan. Korban jiwa tambahan diperkirakan ada di sisi perbatasan Maroko.

Sebagian besar migran telah kembali ke Maroko secara sukarela. Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan sekitar 48.300 orang kembali pada Jumat (31/7) petang. Kepala Pemerintahan Daerah Ceuta, Juan Jesus Vivas, memastikan tidak ada yang bisa melanjutkan perjalanan ke daratan utama Spanyol tanpa identitas di pos pemeriksaan polisi, sehingga integritas Wilayah Schengen tetap terjaga.

Penyebab lonjakan belum diketahui pasti. Politisi oposisi Spanyol dan Eropa menyalahkan kebijakan imigrasi longgar PM Pedro Sanchez, termasuk pemberian status hukum kepada sekitar 500.000 imigran tanpa dokumen awal tahun ini. Sementara sumber pemerintah Maroko mengaitkan lonjakan dengan aktivitas organisasi kriminal. Sanchez mengunjungi Ceuta pada Jumat dan menyebut penyeberangan massal sebagai pelanggaran kedaulatan, serta mempercepat pemulangan migran dengan kerja sama Maroko.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait