Ratusan Rekening Trump Ditutup, Dugaan Skandal Pencucian Uang Mencuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Capital One Financial secara resmi mengonfirmasi bahwa penutupan lebih dari 300 rekening Trump Organization terkait kajian anti pencucian uang (AML). Bank menyatakan penutupan dilakukan setelah analisis berbulan-bulan oleh tim AML sesuai kebijakan internal dan panduan regulator, bukan karena alasan politik. Capital One menegaskan tidak pernah menuduh Trump Organization melakukan pencucian uang ilegal.
Pada Maret 2025, Trump Organization bersama Eric Trump mengajukan gugatan ke pengadilan federal Florida, menuduh rekening ditutup karena motivasi politik dan kepatuhan Capital One terhadap narasi 'woke' pasca kerusuhan 6 Januari 2021. Pengadilan federal di Miami telah dua kali menolak gugatan tersebut, namun memberi kesempatan perbaiki. Dalam dokumen terbaru Juli 2026, Capital One menyebut gugatan versi baru tetap bermasalah dan tuduhan politik keliru, didasarkan kutipan selektif tanpa konteks penuh. Bank menambahkan pola transaksi yang dicurigai termasuk kategori aktivitas yang ditandai pedoman perbankan federal.
Kasus ini muncul di tengah tekanan pemerintahan Trump terhadap bank besar AS terkait praktik debanking diskriminatif. Agustus 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif larangan debanking. Januari tahun ini, Trump juga menggugat JPMorgan Chase dengan tuduhan serupa.
Bagikan
Berita terkait
3 Fakta Sindikat Judol Bertransaksi Rp 890 M yang Dibongkar Bareskrim
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.11
KPK Duga Bebizie ‘Kecipratan’ Duit Gratifikasi Tambang Batu Bara Bukan Karena Honor Nyanyi
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 11.02
Judi Online Modus Pulsa Terbongkar, Transaksi Capai Rp 890 M
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 23.30
Bareskrim bongkar judi daring deposit pulsa bertransaksi Rp890 miliar
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.42