Rekayasa Manusia Dinilai Perparah Dampak Banjir Bandang di Nepal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bencana banjir bandang di lembah sungai Trishuli dan Koshi, Nepal, dipicu oleh longsoran es dan batuan dari gletser di ketinggian 5.200 meter di perbatasan Tibet-Nepal. Massa es dan batuan tersebut jatuh ke catchment upper Lhende Khola, membentuk bubur padat yang menyumbat celah sempit sebelum tanggul buatan runtuh. Runtuhnya sumbatan ini menghasilkan gelombang seismik yang tidak biasu, hingga sistem pemantauan otomatis sempat mengira sebagai gempa bumi magnitudo 5,2. Akademisi Brahma Chellaney dari Centre for Policy Research dan Robert Bosch Academy menegaskan bahwa rekayasa manusia terhadap sungai dan bentang alam pegunungan di kawasan Himalaya yang rapuh secara dramatis memperbesar dampak bencana alam. Peristiwa ini menunjukkan bahwa perubahan yang dilakukan manusia di hulu sungai dapat mentransformasi bencana alam menjadi bencana berantai yang lebih dahsyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 08.22
China Peringatkan Bencana Lanjutan Pascabanjir di Perbatasan Nepal
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.01
Runtuhnya Gletser Pemicu Banjir Bandang Nepal Tercatat Setara Gempa M 5,2
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 09.45
Lebih dari 1.400 orang hilang akibat banjir bandang di Nepal-China
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 21.15
USGS: Banjir bandang di Nepal dipicu runtuhnya gletser
Berita terkait
Apa Penyebab Banjir Bandang Nepal, Hantam Warga Meski Tak Ada Hujan?
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.50
Nepal Itu Pegunungan, Kok Bisa Dilanda Banjir Bandang Dahsyat? Ini Pemicunya
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 13.25
“Apa Gunanya Hidup Lagi?” Duka Ibu di Nepal Selamat di Dahan Pohon tapi Kehilangan Putra Tunggalnya
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 09.56
Banjir Bandang Nepal: 622 Turis dari 34 Negara Masih Hilang
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 09.44