“Apa Gunanya Hidup Lagi?” Duka Ibu di Nepal Selamat di Dahan Pohon tapi Kehilangan Putra Tunggalnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di Pegunungan Himalaya, Nepal, menewaskan lebih dari 570 orang dan menghilangkan ribuan korban. Kisah Murali Maiya Tamang, 60, yang selamat tergantung di dahan pohon namun kehilangan putra tunggal, mewakili tragedi banyak keluarga. Banjir memisahkan keluarga, menghancurkan desa, dan menyapu korban jiwa. Operasi penyelamatan dilakukan 15.000 personel SAR dengan 15 helikopter, fokus pada daerah terisolasi seperti Distrik Rasuwa. Gletser Nepal yang runtuh memicu banjir bandang perbatasan China-Nepal, menyebabkan danau penyangka meluap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 08.22
China Peringatkan Bencana Lanjutan Pascabanjir di Perbatasan Nepal
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 05.38
Setelah Nepal Diterjang Banjir Bandang
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 21.46
Banjir Bandang Nepal: Ratusan Tewas, Operasi Pencarian Berlanjut
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.01
Runtuhnya Gletser Pemicu Banjir Bandang Nepal Tercatat Setara Gempa M 5,2
Berita terkait
Runtuhnya Gletser Nepal Diduga Picu Bencana Banjir Bandang
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 23.19
Bertambah Lagi, Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Jadi 472 Orang
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 11.56
Ratusan WN Asing Hilang Menyusul Banjir Bandang Nepal, Ini Daftarnya
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 10.37
Lebih dari 1.400 orang hilang akibat banjir bandang di Nepal-China
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 09.45