Respons Eri Cahyadi Soal Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak di Surabaya
JPNN.com± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi dua kasus kekerasan seksual terhadap anak. Kasus pertama melibatkan pemilik panti asuhan di Tandes, MSN (22), yang mencabuli gadis tuna netra 14 tahun. Kasus kedua, H (39) dari Malang memerkosa anak tirinya, NAH (12), hingga hamil di Sawahan Surabaya. Eri memastikan panti asuhan tanpa izin akan ditutup dan penghuninya dikembalikan ke daerah asal atau ditempatkan di RIAS. Ia juga memerintahkan Dinsos memverifikasi seluruh panti asuhan di Surabaya dan menutup semua panti tanpa izin tanpa toleransi.
Bagikan
Berita terkait
BNPT Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Radikalisme di Ruang Digital
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 17.45
Lisda: Pencatatan Nikah Penting untuk Melindungi Perempuan & Anak
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 21.02
Kasus Bigmo Masuk Babak Baru, Polisi Gandeng KPAI dan Ahli
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.34
Pria di Surabaya Perkosa Anak Tiri Hingga Korban Hamil, Ngaku Dikira Guling
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.30