Respons Eri Cahyadi Soal Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak di Surabaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi dua kasus kekerasan seksual terhadap anak. Kasus pertama melibatkan pemilik panti asuhan di Tandes, MSN (22), yang mencabuli gadis tuna netra 14 tahun. Kasus kedua, H (39) dari Malang memerkosa anak tirinya, NAH (12), hingga hamil di Sawahan Surabaya. Eri memastikan panti asuhan tanpa izin akan ditutup dan penghuninya dikembalikan ke daerah asal atau ditempatkan di RIAS. Ia juga memerintahkan Dinsos memverifikasi seluruh panti asuhan di Surabaya dan menutup semua panti tanpa izin tanpa toleransi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 11.15
Maraknya Kasus Kekerasan Seksual Anak di Surabaya: Darurat Ruang Aman dan Evaluasi Sistem Perlindungan
Berita terkait
Tega Ayah di Cakung Aniaya Bayinya hingga Tewas Gara-gara Cemburu
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 06.00
Penganiaya Bayi di Cakung Ternyata Ayah Kandung, Kepala Dibenturkan ke Dinding
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 10.15
Ayah Tiri di Cakung Diduga Aniaya Bayi 11 Bulan hingga Tewas
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 17.04
Babak Baru Dugaan Pelecehan Siswi ICM: Guru Jadi Tersangka
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 08.00