Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Rosan targetkan "groundbreaking" PSEL di 12 kota hingga akhir 2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di 12 kota berbeda dapat dilaksanakan sebelum akhir 2026. Pengembangan ini merupakan lanjutan dari fasilitas PSEL yang telah dimulai di Bali, Bekasi, dan Bogor, dengan mengacu pada standar emisi Eropa untuk prinsip keberlanjutan. Pemerintah melalui Danantara Indonesia mengembangkan PSEL secara bertahap, dengan tiga fasilitas gelombang pertama yaitu Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

PSEL Bogor Raya 1, yang mulai dibangun pada 17 September 2026, memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari dengan nilai investasi Rp2,8 triliun dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028. Proyek ini diperkirakan menyerap hingga 1.200 tenaga kerja. Untuk PSEL tahap kedua, Danantara Investment Management telah menyerahkan Conditional Letter of Award kepada delapan mitra terpilih yang mencakup delapan lokasi di 20 kabupaten/kota. Studi kelayakan untuk proyek tahap kedua ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026, dengan peletakan batu pertama yang dijadwalkan pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Rosan menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi juga agenda ekonomi, industri, dan investasi nasional. Pemerintah berupaya memastikan investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas dan berkontribusi pada penyelesaian persoalan lingkungan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait