Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.862, Lonjakan Harga Minyak Bebani Devisa Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa. Rupiah turun 64 poin atau 0,36 persen ke level Rp17.862 per dolar AS. Pelemahan dipicu sentimen eksternal berupa lonjakan harga minyak dan ketidakpastian konflik Iran-Amerika Serikat.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan berasal dari kenaikan harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak akan mengupayakan perpanjangan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Trump menegaskan AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz dan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. Kedua klaim itu dibantah pihak Iran. Ketegangan kawasan meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang kapal militer dan empat kapal pengawal Saudi di Laut Merah menggunakan rudal. Iran disebut akan beralih ke postur militer yang lebih ofensif. Iran dan Oman mengisyaratkan pembicaraan mengenai jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, meski belum ada kesepakatan konkret.
Dari dalam negeri, harga minyak mentah di atas 83 dolar AS per barel meningkatkan kebutuhan devisa untuk impor energi. Kenaikan permintaan dolar AS untuk membayar impor minyak berpotensi memperkuat dolar sekaligus menekan rupiah. Risiko inflasi akibat harga energi membuat pelaku pasar belum mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun. Pasar menantikan risalah rapat FOMC bulan Juli yang dirilis hari Rabu untuk kejelasan arah kebijakan The Fed.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.03
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 17.12
Rupiah bergerak menguat seiring keputusan BI tahan suku bunga acuan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 14.35
Tok! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Gejolak Timur Tengah
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 10.57
Menanti BI Rate, Rupiah Diprediksi Melemah Jelang Pengumuman RDG
Berita terkait
Bukan Cuma Urusan BI, Ini Penyebab Rupiah Sulit Menguat
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 20.00
IHSG Diramal Ambruk ke 6.000, Pasar Mencerna Dampak Reshuffle Kabinet
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 08.51
Populer: Rupiah Melemah 7,74%; Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 05.00
Gonjang-ganjing Rupiah Ambruk 7,74%, Sinyal BI Kerek Suku Bunga Mencuat
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.03