Rupiah Meroket Efek Kebijakan BBM Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat 0,52 persen menjadi Rp 17.748 per USD atas respons pasar terhadap rencana pemangkasan kuota BBM bersubsidi 58,5 persen pada 2027. Kebijakan ini dianggap berpotensi mengetatkan akses BBM untuk masyarakat pengguna Pertalite bersubsidi. Pemerintah menggunakan asumsi ICP USD 75 per bareal pada 2027, di bawah harga minyak saat ini sekitar USD 83 per barel. Analis menekankan dampak langsung pada biaya transportasi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.30
Citi Indonesia Ungkap Faktor Global dan Domestik yang Dapat Menurunkan Tekanan terhadap Nilai Tukar Rupiah
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.13
Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.748, Analis Ungkap Penyebabnya
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.07
Rupiah Menguat Dampak Rencana Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi
Berita terkait
Harga BBM Nonsubsidi Diperkirakan Naik pada Oktober, Keekonomian Pertamax di Rp 18.350 per Liter
JawaPos · 28 September 2026 pukul 12.00
Ambruk Lagi, Kurs Rupiah Makin Mengkhawatirkan
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 10.57
Rupiah Melemah Dekati 18.000 per Dolar AS, Analis Ungkap Penyebabnya
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 10.40
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Hari Ini 28 September 2026
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 09.55