Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia melambung setelah minyak Brent menembus level USD 100 per barel, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran mengklaim telah menyerang sepuluh kapal di sekitar Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS yang menenggelamkan lima kapal tanker Iran. Kenaikan harga minyak global ini berdampak langsung pada pelemahan rupiah, yang turun 38 poin atau 0,22 persen, berada di level Rp 17.585 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.547 per USD. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa tekanan inflasi global semakin memicu kekhawatiran investor terhadap risiko pelebaran twin deficits, yaitu defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 08.50
IHSG Berpotensi Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Yield US Treasury
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.00
Harga Minyak Tembus US$105 per Barel, Pasar Obligasi dan Saham Terguncang
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
Berita terkait
Citi Indonesia Ungkap Faktor Global dan Domestik yang Dapat Menurunkan Tekanan terhadap Nilai Tukar Rupiah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.30
Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Tertekan ke 17.512 per Dolar AS, Ini Sentimen yang Membayangi
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 11.00
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58