Pengamat Optimistis The Fed Pertahankan Suku Bunga, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi optimistis The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 16-17 September 2026. Suku bunga acuan (Federal Funds Rate) saat ini berada di kisaran 3,50%-3,75%, setelah dinaikkan terakhir pada Juli 2023 ke 5,25%-5,50% sebelum memasuki siklus penahanan dan penurunan hingga awal 2026. Meskipun sebagian besar analis (85%-90%) memperkirakan kenaikan, Ibrahim meyakini kepala The Fed Kevin Warsh akan menjaga suku bunga tetap, didasari pernyataan Agustus bahwa suku bunga sudah terlalu tinggi. Intervensi Presiden AS Donald Trump juga diperkirakan memengaruhi keputusan ini agar tidak ada kenaikan suku bunga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 10.43
Rupiah melemah dipengaruhi potensi kuat kenaikan suku bunga Fed
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 19.15
Rupiah Ditutup Nyaris Sentuh 17.700, Konflik Asia Barat Membebani
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 20.20
Rupiah Melemah ke 17.669 per Dolar AS, Tertekan Inflasi Amerika Serikat
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 16.29
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan CPI AS
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15
Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan CPI
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.16
IHSG Hari Ini 14 September 2026 Melemah ke 6.533, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 10.05
Rupiah melemah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 09.34