Rusia: Uni Eropa Lakukan Harakiri dan Bangga Nyatakan Rakyatnya Harus Menderita
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyebut kebijakan Uni Eropa (UE) meninggalkan energi Rusia sebagai tindakan 'harakiri'. Menurut Lavrov, pemimpin Eropa membebankan biaya kebijakan tersebut kepada rakyat mereka sendiri demi merugikan Moskow.
UE berkomitmen menghentikan penggunaan bahan bakar fosil Rusia sepenuhnya pada 2027. Dampaknya, biaya energi melonjak di sebagian besar wilayah UE. Jerman menjadi negara paling terdampak dengan kontraksi ekonomi pada 2023 dan 2024, serta proyeksi pertumbuhan hanya 0,5% tahun ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 12.14
Kinerja Tiga Bidang ini Turun, Prabowo Disarankan Reshuffle Sekaligus Menghemat Miliaran Per Bulannya
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 10.45
Dukung Pergerakan Ekonomi, Pertamina Jaga Kecukupan Energi di Wilayah Timur Indonesia
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.27
Selat Hormuz Memanas Lagi, China Disebut Sudah 'Santai'
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 20.44
Qodari Ungkap Misi di Balik Kunjungan Prabowo ke Rusia: Buka Peluang Ekonomi Indonesia
Berita terkait
Prabowo Buka 138 Blok Energi untuk Rusia, Perusahaan Negeri Putin Diajak Masuk Indonesia
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.56
Trump "Tendang" China-Rusia, AS Kuasai Ladang Minyak Strategis di Sini
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.25
Prabowo Ungkap 6 Masalah yang Fokus Diselesaikan dalam 21 Bulan
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.26
AS dan Israel Siapkan Pengeboman Besar-besaran terhadap Infrastruktur Energi Iran
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 06.08