Mencekik Iran, AS Tercekik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tekanan ekonomi AS dan Emirat Arab (EA) semakin mematikan ekonomi Iran. Pada 19 Agustus, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan 'Economic D-Day' untuk mengisolasi Iran, sehari bersamaan EA memberlakukan embargo perdagangan. Iran menolak klaim EA soal dua rudal yang ditembakkan, sementara insiden itu dianggap mencurigakan karena konflik Iran-AS sedang mereda. EA menjadi akses utama Iran ke pasar global, dengan sekitar sepertiga bisnis Iran dilakukan melalui monarki tersebut. Langkah EA diharapkan diikuti negara-negara GCC, meski dukungan penuh diragukan. Pada 22 Agustus, Kepala Dewan Keamantan Iran Mohsen Rezaee mengeluarkan ultimatum bahwa negara yang mendukung AS akan menjadi sasaran retaliasi. Isolasi ekonomi diperkirakan tidak akan menghasilkan perubahan rezim karena dukungan Tiongkok dan Rusia pada Iran. Kebijakan ini juga memicu krisis energi global melalui pemblokade Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz, yang mengangkut 20% kebutuhan energi dunia. Harga minyak naik, inflasi AS meningkat, dan utang AS melebihi US$40 triliun. Iran menuntut penghentian perang permanen, pencabutan sanksi, dan pembebasan dana sebesar US$100 miliar sebagai syarat membuka Selat Hormuz. Konflik ini juga memicu ketegangan di Gaza, Tepi Barat, dan Libanon, dengan Israel dihujat PBB dan sejumlah negara Arab. Kehilangan kredibilitas Trump di kawasan terlihat dari pembentukan Pakta Pertahanan oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan, yang diperkirakan akan diikuti Mesir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
Iran Ancam Negara yang Ikut Sanksi AS: Akan Kami Anggap Musuh
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 20.34
Saat Iran Ingin Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.24
Trump Sebut Iran Belum Siap Membuat Kesepakatan yang Tepat
Berita terkait
AS Meluncurkan "D-Day Ekonomi" Terbesar dalam Sejarah untuk Menghancurkan Iran
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.55
Trump Ancam Negara Pendukung Iran, Teheran Sebut AS Telah Gagal
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.02
Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.15
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26