Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Produsen Beras Fortifikasi Palsu Temuan Kementan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri menindak tegas produsen beras fortifikasi palsu yang ditemukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan telah mencabut izin 25 produk beras fortifikasi yang tidak sesuai kandungan label setelah uji laboratorium membuktikan manipulasi, di mana beras premium dikemas ulang dan dilabeli sebagai beras fortifikasi stunting untuk keuntungan pribadi.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan kerugian konsumen akibat praktik penipuan ini mencapai Rp 89 triliun. Sahroni mendukung langkah pencabutan izin namun menekankan perlunya penyelidikan pidana jika ditemukan unsur kriminal. Ia menilai praktik ini sebagai penipuan publik yang serius karena konsumen membayar lebih tanpa mendapatkan manfaat yang dijanjikan.
Sahroni meminta Polri mengusut kasus ini sampai tuntas termasuk mempertanggungjawabkan pihak yang terlibat secara sengaja dalam manipulasi produk beras fortifikasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 11.22
Dugaan Beras Fortifikasi, Polri Diminta Turun Tangan
Detik.com · 16 September 2026 pukul 06.30
Daftar Lengkap Beras Fortifikasi Abal-abal
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 17.15
Wamenkum: 25 Merek Beras Fortifikasi Terindikasi Dugaan Tindak Pidana Penipuan
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.40
Amran Bongkar Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, Harga Rp57 Ribu/Kg
Berita terkait
Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi Palsu, Kerugian Konsumen Capai Rp 89 Triliun
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 14.00
Waspada Beras Palsu! Mentan Rilis Daftar 25 Beras Fortifikasi Abal-abal di Pasaran
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 13.33
Mentan Umumkan Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.09
Amran Ungkap Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Syarat, Konsumen Rugi Rp 89 T
kumparan · 15 September 2026 pukul 13.00