Sanksi Baru AS Mampu Lumpuhkan Jaringan Ekonomi Bayangan Iran?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan fase baru sanksi ekonomi melawan Iran pada 24 Agustus 2026. Sanksi tidak hanya menyasar institusi Iran yang sudah terkena, tetapi juga jaringan internasional yang mendukung perputaran uang dan barang. Enam kategori ditargetkan: aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran. Sekitar 60 individu, entitas, dan kapal akan dikenakan sanksi, namun Washington tidak menyasar bank-bank besar Cina yang menjadi mitra dagang utama Iran. Ekspor minyak Iran menurun drastis dari 823.000 barel/hari pada Juli 2026 menjadi 534.000 barel/hari pada Agustus 2026. Inflasi pangan dalam negeri Iran naik 128% tahunan pada Juli 2026. Banyak transaksi di Iran kini menggunakan dolar AS karena nilai mata uang domestik menurun. UMKM di Teheran kesulitan membiayai operasional dan mempertahankan tenaga kerja. Pengusaha Iran di Dubai mengaku kesulitan melakukan transaksi karena paspor Iran. Pengamat ekonomi Alireza Salavati menilai sanksi baru lebih menguatkan jaringan informal Iran daripada mengubah perilaku kepemimpinan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 11.09
Lima Sektor Ini Jadi Target Sanksi Ekonomi AS ke Iran
Berita terkait
Ancam Sanksi Baru, AS Bersumpah Cekik Ekonomi Iran
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 11.22
Jelang Sanksi Terberat AS, Rial Iran Anjlok ke Rekor Terlemah 1,98 Juta per USD
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 07.54
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
Apa Saja Sanksi yang Dijatuhkan AS terhadap Iran sejak Perang Dimulai?
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 19.32