Saudi Potong Harga Minyak Mentah ke Asia di Tengah Isu Damai Hormuz! Strategi Rebut Pasar?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saudi Aramco secara mengejutkan memotong harga jual minyak mentah Arab Light ke pasar Asia sebesar 50 sen per barel, menjadikannya USD2 per barel di bawah benchmark regional. Keputusan ini diambil meskipun ancaman blokade milisi Houthi di Laut Merah masih terus berlanjut dan rumor pembukaan kembali Selat Hormuz menguat. Mayoritas pedagang sebelumnya memproyeksikan Saudi akan mempertahankan harga, sehingga langkah ini mengejutkan pasar global.
Keputusan pemotongan harga bertepatan dengan penurunan harga minyak Brent ke level USD80 per barel. Pasar merespons positif laporan Iran yang mencapai pemahaman awal dengan Oman terkait rute pelayaran baru di Selat Hormuz, yang menyumbang seperti 20% pasokan minyak dunia. Saudi Aramco berhasil mempertahankan ekspor sebesar 5 juta barel per hari atau sekitar 70% kapasitas normal melalui penggunaan pipa East-West menuju Pelabuhan Yanbu di Laut Merah sebagai alternatif jalur laut yang terancam Houthi.
Para analis menilai pemotongan harga sebag sebagai strategi agresif untuk mengamankan pangsa pasar Asia dari kompetitor lain. Dengan menurunkan harga, Saudi memastikan pembeli utama seperti China, India, dan negara Asia Timur tetap bersumber dari Aramco meskipun menghadapi risiko biaya logistik dan asuransi pelayaran yang meningkat akibat ketidakpastian jalur pelayaran.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$ 87, Harapan Kesepakatan Hormuz Memudar
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 07.43
Harga Minyak Mendidih Lagi Dekati US$ 85/Barel
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 07.30
5 Perusahaan Minyak Paling Untung Besar saat Perang Iran, Saudi Aramco Paling Fantastis Capai Rp585 Triliun
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 03.30
Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6% dalam Sepekan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.00