Semester I 2026, Sektor Kepabeanan dan Cukai Sumbang Rp 152 Triliun Penerimaan Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Semester I 2026, APBN mencatat kinerja optimal dengan realisasi pendapatan negara sebesar Rp 1.459,4 triliun, tumbuh 21,4 persen (yoy), dan belanja negara Rp 1.656,0 triliun, tumbuh 17,8 persen (yoy). Hal ini menunjukkan peran fiskal yang tetap optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
Sektor kepabeanan dan cukai memberikan kontribusi signifikan dengan penerimaan sebesar Rp 152 triliun, atau 45,2 persen dari total APBN, yang tumbuh 3,4 persen (yoy). Penerimaan dari cukai mencapai Rp 109,4 triliun, didorong peningkatan produksi minuman beralkohol dan tembakau. Bea masuk tercatat Rp 26,3 triliun, tumbuh 11,3 persen (yoy), berkat peningkatan impor bahan baku dan bahan penolong. Sementara bea keluar Rp 16,4 triliun, tumbuh 11,7 persen (yoy), dipengaruhi penguatan harga CPO.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimis bahwa APBN akan terus menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.10
Restitusi dan Belanja Subsidi Diproyeksi Bebani Defisit APBN di 2026
Berita terkait
Prabowo Jamin Data Sensus Ekonomi 2026 Bukan Untuk Mengejar Kekayaan Pribadi
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.53
Pamer Rating S&P dan LIanhe Ratings, Prabowo: Ini Pengakuan Dunia
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.35
Prabowo Minta Rakyat-Anggota DPR Isi Sensus Ekonomi dengan Jujur
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.18
Prabowo: APBN Harus Jadi Alat Perjuangan dan Hadir untuk Rakyat
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.13