Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Serba-serbi War Kursi Bimbel: Soal Gengsi hingga Demi Sekolah Impian

Fenomena 'war kursi' bimbingan belajar (bimbel) marak di Yogyakarta, khususnya di bimbel Exist di Jalan Gayam, Gondokusuman. Ratusan orang tua rela menginap dan datang sejak subuh untuk mengamankan tempat di bimbel tersebut. Mereka mengorbankan biaya hingga puluhan juta rupiah demi anak masuk SMA negeri favorit melalui jalur prestasi atau domisili. Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi menegaskan bahwa fenomena ini tidak otomatis mencerminkan ketimpangan kualitas antar-SMA, karena setiap sekolah memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Pemerintah daerah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan secara merata dan mengedukasi masyarakat agar tidak hanya fokus pada sekolah tertentu.

Pemerintah juga menekankan pentingnya komunikasi dan informasi yang objektif mengenaitas pilihan sekolah, agar orang tua dan anak dapat membuat keputusan berdasarkan potensi, minat, dan kebutuhan siswa. Menurut Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Yaya Sutarya, maraknya bimbel bisa menjadi sinyal perbaikan di sekolah, namun bukan indikator tunggal kualitas pendidikan. Sekolah tetap harus menyediakan pembelajaran aktif, bermakna, dan remedial bagi siswa yang butuh.

Sementara itu, banyak orang tua di Yogyakarta tetap memilih bimbel sebagai investasi pendidikan anak. Mereka rela menghabiskan jutaan rupiah untuk les seperti coding, animasi, drum, dan bahasa Inggris. Fenomena ini mencerminkan tingginya kompetisi masuk sekolah favorit, sekaligus menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kualitas pendidikan anak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait