Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Seruan Mojtaba Khamenei Kala AS Beri Rentetan Sanksi ke Iran

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS sebagai respons terhadap tekanan ekonomi akibat sanksi baru AS. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya mengatasi tantangan ekonomi seperti inflasi, pengangguran, dan kontrol harga melalui kebijakan ekonomi perlawanan. Mojtaba juga memuji pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian atas upaya menyediakan kebutuhan rakyat dan mengelola pasokan energi di tengah sanksi dan blokade AS.

Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan prioritas AS adalah menurunkan harga minyak dan bensin bagi rakyat AS, sementara pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir menempati urutan kedua. Sikap keras AS ini berbeda dengan pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang optimis soal kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz dalam hitungan hari. Sanksi tambahan AS pada Juli lalu menargetkan jaringan pelayaran dan keuangan Iran, menyusul serangan Teheran terhadap kapal internasional di Selat Hormuz.

Akibat sanksi, nilai tukar Rial Iran mencatatkan rekor terendah, melebihi 2.000.000 Rial per dolar AS. Mojtaba menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan inovasi muda untuk kemajuan di sektor pertanian, industri, dan pendidikan. Ia juga menyerukan langkah-langkah untuk menjaga persatuan sosial dan melarang aksi yang melemahkan semangat nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait