Seruan Mojtaba Khamenei Kala AS Beri Rentetan Sanksi ke Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS sebagai respons terhadap tekanan ekonomi akibat sanksi baru AS. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya mengatasi tantangan ekonomi seperti inflasi, pengangguran, dan kontrol harga melalui kebijakan ekonomi perlawanan. Mojtaba juga memuji pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian atas upaya menyediakan kebutuhan rakyat dan mengelola pasokan energi di tengah sanksi dan blokade AS.
Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan prioritas AS adalah menurunkan harga minyak dan bensin bagi rakyat AS, sementara pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir menempati urutan kedua. Sikap keras AS ini berbeda dengan pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang optimis soal kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz dalam hitungan hari. Sanksi tambahan AS pada Juli lalu menargetkan jaringan pelayaran dan keuangan Iran, menyusul serangan Teheran terhadap kapal internasional di Selat Hormuz.
Akibat sanksi, nilai tukar Rial Iran mencatatkan rekor terendah, melebihi 2.000.000 Rial per dolar AS. Mojtaba menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan inovasi muda untuk kemajuan di sektor pertanian, industri, dan pendidikan. Ia juga menyerukan langkah-langkah untuk menjaga persatuan sosial dan melarang aksi yang melemahkan semangat nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 14.21
Mojtaba Beberkan Strategi Baru Melumpuhkan AS
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 23.13
Merembet ke Tiongkok, Trump Ancam Bank China yang Kerja Sama dengan Iran
Berita terkait
Menkeu AS Sebut Trump Minta Pemimpin Negara Lain Isolasi Iran Secara Ekonomi
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 04.32
Blokade Laut AS tak Hentikan Penjualan Minyak Iran
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.39
Di Tengah Perang dengan AS, Presiden Iran Ajak Negara Muslim Bersatu
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 21.10
Presiden Iran Siap Lawan Sanksi Baru AS: Mereka Tak Akan Capai Apa Pun
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 01.35