Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Iran Siap Lawan Sanksi Baru AS: Mereka Tak Akan Capai Apa Pun

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan tidak takut dengan sanksi baru Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk menekan perekonomian Iran. Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa AS tidak akan mencapai apa-apa melalui kampanye ekonomi ini, sekaligus menekankan komitmen Iran untuk bertahan dan melawan tekanan yang diberikan. Konflik antara Iran dan AS telah berlangsung hampir enam bulan, dengan Iran yang menutup Selat Hormuz dan AS yang menjaga blokade lautnya. Di tengah tekanan politik domestik, Presiden AS Donald Trump lebih memfokuskan diri pada instrumen ekonomi ketimbang aksi militer, termasuk perluan sanksi yang lebih luas dan ancaman bagi negara yang tidak mendukungnya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan komitmen pemerintahannya untuk "mematikan" ekonomi Iran dengan cara mengisolasi Teheran dari jaringan ekonomi global. Sanksi sekunder yang diperluas akan menyasar sektor aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran Iran. AS juga mengusulkan sanksi baru terhadap 60 individu, perusahaan, dan kapal yang diduga terlibat dalam produksi minyak, pengadaan senjata, dan operasi siber Iran. Bessent memperingatkan bahwa negara yang tidak ikut serta dalam sanksi AS juga akan merasakan dampaknya.

Di sisi lain, Juru Bicara Tentara Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan bahwa pasukan militer telah pulih memulihkan kemampuan operasionalnya setelah beberapa sistem senjata rusak selama konflik. Iran juga mengimpor peralatan baru dari luar negeri untuk memperkuat pertahanannya. Para pejabat Iran menegaskan telah menyiapkan rencana dua tahun untuk menghadapi tekanan ekonomi yang berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait