Sesal Ibu Korban Daycare Aresha: Saya Seperti Mengantar Anak ke Neraka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Imedia Dwi Anjani (38), ibu dari korban dugaan kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, menyampaikan penyesalannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Yogyakarta pada Selasa (25/8). Putranya, yang berusia 3 tahun 2 bulan hingga 4,5 tahun, didiagnosis dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) ringan. Imedia memilih daycare ini karena Diyah Kusumastuti, ketua yayasannya, menjanjikan fasilitas untuk anak berkebutuhan khusus. Biaya pendaftaran mencapai Rp500 ribu, seragam Rp200 ribu, biaya lain Rp500 ribu, dan SPP per bulan Rp1,1 juta. Selama di daycare, putranya sering mengalami luka berupa lebam atau gores, dan ia kerap mendapatkan penjelasan yang tidak memuaskan dari admin. Pada 24 April 2026, Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan dan menemukan video putranya yang diikat ke engsel pintu, tidak mengenakan baju, dan hanya memakai diapers. Imedia menduga perubahan perilaku agresif putranya disebabkan oleh penyiksaan di daycare, seperti pengikatan dan pengurungan di kamar gelap. Ia mengumpulkan bukti dari orangtua lain yang anaknya juga mengalami perlakuan serupa, seperti memukul kepala ke tembok, memukul mulut, dan gemar melilitkan tali ke leher.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 21.27
Ortu di Sidang Daycare Little Aresha: Anak Diikat-Dikurung, Kena Scabies
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 21.25
Perubahan Sikap Anak Korban Daycare Little Aresha: Pukul Mulut-Kepala Sendiri
Berita terkait
Sidang Pengasuh Daycare Aresha: Beri Nasi Sisa, Tenggelamkan Anak
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.36
Bawa Spanduk, Massa Ortu Korban Hadiri Sidang Perdana Kasus Daycare Jogja
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.27
Anak Bos Yayasan Daycare Little Aresha Buka Suara di Markas Polisi
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 00.00
Para Tersangka Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 20.15