Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sistem MBG Dirombak Besar-besaran, Penerima Didata Ulang Pakai Ini

Pemerintah Indonesia merombak sistem pendataan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengintegrasikan teknologi biometrik. Badan Gizi Nasional (BGN) berkerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Dukcapil untuk memanfaatkan data kependudukan yang mencakup 98,7% penduduk Indonesia, termasuk pengenalan wajah, sidik jari, dan pemindaian iris. Tujuannya adalah mengidentifikasi penerima manfaat secara individual, seperti anak-anak dan ibu hamil, sehingga data lebih akurat dan mencegah pencatatan ganda.

Integrasi ini memungkinkan verifikasi identitas per penerima berdasarkan karakteristik fisik, bukan hanya data kuantitatif. Selain itu, rencana ke depan termasuk integrasi dengan sistem kesehatan seperti Satu Sehat untuk memantau perkembangan penerima, misalnya tinggi badan dan berat badan anak. Kerja sama serupa sebelumnya telah diterapkan dengan Kementerian Sosial melalui face recognition.

Dalam pelaksanaan, BGN menemukan sekitar 6 juta data ganda, contohnya satu orang tercatat di pesantren dan sekolah lain. Juga ditemukan 414 dapur yang belum beroperasi tetapi sudah memiliki virtual account dengan dana Rp311 miliar yang dikembalikan. Pemerintah berharap pembaruan ini meningkatkan ketepatan sasaran MBG dan memudahkan pemantauan berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait