Sistem MBG Dirombak Besar-besaran, Penerima Didata Ulang Pakai Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia merombak sistem pendataan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengintegrasikan teknologi biometrik. Badan Gizi Nasional (BGN) berkerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Dukcapil untuk memanfaatkan data kependudukan yang mencakup 98,7% penduduk Indonesia, termasuk pengenalan wajah, sidik jari, dan pemindaian iris. Tujuannya adalah mengidentifikasi penerima manfaat secara individual, seperti anak-anak dan ibu hamil, sehingga data lebih akurat dan mencegah pencatatan ganda.
Integrasi ini memungkinkan verifikasi identitas per penerima berdasarkan karakteristik fisik, bukan hanya data kuantitatif. Selain itu, rencana ke depan termasuk integrasi dengan sistem kesehatan seperti Satu Sehat untuk memantau perkembangan penerima, misalnya tinggi badan dan berat badan anak. Kerja sama serupa sebelumnya telah diterapkan dengan Kementerian Sosial melalui face recognition.
Dalam pelaksanaan, BGN menemukan sekitar 6 juta data ganda, contohnya satu orang tercatat di pesantren dan sekolah lain. Juga ditemukan 414 dapur yang belum beroperasi tetapi sudah memiliki virtual account dengan dana Rp311 miliar yang dikembalikan. Pemerintah berharap pembaruan ini meningkatkan ketepatan sasaran MBG dan memudahkan pemantauan berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.10
Ada 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, BGN Langsung Ambil Langkah
Berita terkait
Mendagri Tito Pastikan Data Kependudukan Jadi Basis Akurasi Penyaluran Bansos di Biak Numfor
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.43
Pertamina Gandeng Dukcapil Perkuat Data Penerima LPG Subsidi
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.00
DPR & Kemendagri Perkuat Sinergi Data Kependudukan untuk Perlinsos
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.16
Nama Tak Biasa Warga +62: Dari Shinchan hingga Nobita
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 22.21