Ada 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, BGN Langsung Ambil Langkah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323548/original/072878700_1786619439-IMG_3705.jpg)
Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data ganda dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama proses pemutakhiran data. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan data ganda ini muncul dari praktik pencatatan lama, misalnya seorang santri yang tercatat di pesantren sekaligus di sekolah lain. Ia menegaskan data ganda tidak otomatis berarti ada penerima fiktif dalam jumlah besar.
Selain data ganda, BGN juga menemukan 414 dapur yang terindikasi belum beroperasi namun Virtual Account-nya sudah diisi dana. BGN mengembalikan dana sebesar Rp 311 miliar terkait temuan tersebut. Untuk memperbaiki akurasi data, BGN menandatangani kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan data Dukcapil yang mencakup 98,7 persen penduduk Indonesia dilengkapi data biometrik seperti wajah, sidik jari, dan iris mata. Dengan data tersebut, satu orang hanya bisa tercatat sebagai satu penerima manfaat, sehingga praktik penerima ganda dapat dicegah secara efektif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.51
Sistem MBG Dirombak Besar-besaran, Penerima Didata Ulang Pakai Ini
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.00
415 Dapur MBG di DIY Lolos Sertifikasi Higiene, SPPG Bermasalah Terancam Sanksi
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.55
PB SEMMI Tidak akan Turun ke Jalan Sepanjang Agustus 2026
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.30
Purbaya Dapat Laporan Banyak Kekurangan di MBG, Bakal Sambangi BGN
Berita terkait
Catatan Komeng untuk Program MBG
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.18
Sidang Tahunan MPR, Prabowo Geram Anggaran MBG Dikorupsi
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.37
Kepala BGN Minta Maaf-Ngaku Bakal Pecat-pecatin Orang, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.05
Update Terbaru Pengusutan Korupsi MBG, Kejagung Panggil 16 Orang Saksi
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.52