Sorgum Naik Kelas, Universitas BTH Ajak Mahasiswa Turun ke Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sorgum di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, kini dikembangkan dari sekadar tanaman pangan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Pengembangan ini dilakukan melalui program pengabdian masyarakat yang melibatkan Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) dan didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengolahan pascapanen, pengembangan produk pangan, dan pemasaran berbasis digital.
Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas BTH, Ummy Mardiana, sebagai ketua tim hibah. Dalam presentasinya, Ummy menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang potensi gizi sorgum dan cara mengolahnya dengan tepat. Menurutnya, pengembangan pangan lokal harus dimulai dari kesadaran akan bahan yang tersedia di lingkungan.
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, sorgum dapat mendukung aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal, bukan hanya sebagai hasil pertanian. Program ini diikuti oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan BTH Wawan Kurniawan serta anggota tim Hadi Yusuf Faturochman dan Hana Diana Maria.
Bagikan
Berita terkait
Petani Desa Penggalaman Belajar Atasi Lahan Rawan Banjir dan Buat Pupuk dari Gulma
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.57
Pangan Lokal Tak Harus Berakhir di Pasar Tradisional
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 19.00
Radea Respati Apresiasi Pengabdian Masyarakat KCK FEB Widyatama di Lapas Perempuan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 09.50
Pengrajin Sapu Kipas di Tulungagung Mendapat Bantuan Mesin Penyisir dan Perapih Serat
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.12