Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Viral Kimpul dan Pangan Alternatif: Dorong Diversifikasi Pangan Nasional

Kimpul, sebuah pangan lokal di Indonesia, baru-baru ini viral di media sosial setelah seorang warga Bantul, Yogyakarta, mengolahnya menjadi berbagai produk. Fenomena ini menarik perhatian Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), yang melalui program #ZulhasBikinJelas bersama detikcom, menyoroti potensi pangan lokal Indonesia. Zulhas mengapresiasi inovasi warga Bantul dan menekankan bahwa pangan lokal seperti kimpul, porang, ketela, ubi, dan singkong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi makanan lezat dan kaya gizi.

Zulhas juga membandingkan pengembangan pangan lokal di Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin seperti Kolombia dan Nikaragua, yang berhasil memanfaatkan singkong untuk membuat roti. Menurutnya, iklim tropis yang sama seharusnya memungkinkan Indonesia untuk mengoptimalkan pangan lokalnya. Namun, konsumsi gandum di Indonesia terus meningkat, dari 4 juta ton per tahun pada 2024 menjadi sekitar 13 juta ton, yang menjadi kekhawatiran karena gandum tidak dapat ditanam di Indonesia dan harus diimpor.

Untuk mengurangi ketergantungan pada impor gandum, Zulhas mendorong diversifikasi pangan lokal. Ubi, kimpul, dan talas dianggap sebagai alternatif yang baik, yang bisa diolah menjadi berbagai produk seperti mie atau beras shirataki. Zulhas menekankan pentingnya mengembangkan pangan lokal untuk menjaga kemandirian pangan dan mencegah petani Indonesia, yang lebih dari 100 juta orang, dari kemiskinan.

Berita terkait