SPKS Dorong Transparansi Ekspor Sawit, Harga TBS Petani Harus Tetap Terlindungi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) meminta PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memperkuat tata kelola perdagangan sawit melalui transparansi ekspor, integrasi data, dan optimalisasi penerimaan negara. Dorongan ini disampaikan dalam aksi memperingati Hari Tani Nasional di Jakarta pada 24 September 2026. SPKS menekankan pentingnya transparansi transaksi ekspor untuk mencegah under-invoicing dan transfer pricing, sekaligus melindungi harga TBS petani dan kesejahteraan mereka. Harapan utama, DSI menjadi instrumen penguatan tata kelola ekspor yang transparan dan akuntabel. Keterbukaan mekanisme pembentukan harga jual ekspor, harga referensi, komponen biaya, margin, serta volume dan nilai transaksi perdagangan sawit menjadi fokus utama dalam upaya ini.
Bagikan
Berita terkait
Bea Cukai Sangatta Musnahkan BKC Ilegal Senilai Ratusan Juta Hasil Penindakan di 2025
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 16.13
Klaim Dugaan Kehilangan Rp 600 Triliun dari Under-Invoicing CPO Perlu Pembuktian
JawaPos · 25 September 2026 pukul 08.45
Klaim Potensi Kehilangan Rp600 Triliun dari Under-Invoicing Sawit Perlu Pembuktian
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 08.08
Potensi Penerimaan Negara Hilang Rp576,3 Triliun Akibat Kebijakan Insentif Pajak era Purbaya
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 20.24