Subsidi BBM Cs Tidak Tepat Sasaran, Begini Data Ekonom
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Subsidi energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM), dinilai belum tepat sasaran karena sebagian besar konsumsi BBM bersubsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu. Direktur Kolaborasi Internasional Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Imaduddin Abdullah menyatakan bahwa ketidaktepatan sasaran menjadi salah satu alasan pemerintah perlu membatasi konsumsi BBM jenis Pertalite. Menurutnya, konsumsi domestik merupakan aspek yang dapat dikendalikan pemerintah untuk mengurangi besarnya subsidi energi.
Berdasarkan data yang dimiliki INDEF, kelompok masyarakat pada desil 9 dan desil 10 (kelas menengah atas) menyumbang sekitar 42% dari total konsumsi BBM bersubsidi. Hal ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari konsumsi BBM bersubsidi justru didomin oleh kelompok yang relatif mampu, sehingga tidak sesuai dengan tujuan subsidi yang seharusnya ditujukan untuk membantu kelompok tidak mamp.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji kendaraan yang akan dibatasi dalam penggunaan Pertalite. Direktur Jenderat Migas Laode Sulaeman menyatakan bahwa spesifikasi kendaraan yang akan dibatasi belum ditetapkan dan masih dalam proses pembahasan. Pihaknya menyatakan bahwa keputusan akhir akan diumumkan setelah pertemuan antara Menteri ESDM dan Menteri Keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 08.40
Selisih Harga Tinggi, Konsumsi Pertalite Tembus Kuota
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 08.15
Desil Belum Beres, Mungkinkah Pembatasan Pertalite Jalan Tahun Ini?
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 19.52
Desil 9 dan 10 Dibatasi Beli Pertalite, Pertamina Tunggu Arahan Presiden
Berita terkait
42% Konsumsi BBM Subsidi Dinikmati Orang Mampu
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 18.55
Uji Sistem! Pembatasan Pengguna BBM Pertalite Bakal Dilakukan Bertahap
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 19.15
Ramai Soal Pembatasan Pertalite dan DTSEN, Putri Zulkifli Hasan Ucap Ini
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 12.55
ESDM Masih Kaji Kendaraan yang Tak Boleh Tenggak BBM Pertalite
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.05