Tak Hanya Harga Minyak, Super El Nino Bisa Jadi Malapetaka Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik geopolitik di Selat Hormuz dan potensi Super El Nino menjadi ancaman ganda bagi ekonomi global. Gangguan jalur energi di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mentah Brent hingga 23% sepanjang Juli 2026, sementara Garda Revolusi Iran menghentikan dan memutar balik kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia karena mengalirkan sekitar seperlima pasokan energi global.
Di sisi lain, JPMorgan menaksir peluang 81% bahwa fenomena El Nino tahun ini berkembang menjadi Super El Nino dengan dampak hingga 2027. Eurasia Group memperingatkan komoditas pangan utama seperti gandum, jagung, dan beras berisiko naik 10% hingga 18% pada musim panas. Ketegangan semakin berlanjut dengan klaim serangan Iran terhadap fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain, serta serangan drone ke pelabuhan Damietta di Mesir yang memperluas zona risiko tinggi di Laut Merah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.58
Harga Minyak Anjlok Nyaris 5% ke US$83 usai Trump Tunda Serang Iran
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 07.45
Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Anjlok 4,5%
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batal Serang Iran
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.00
AS-Iran Masuk Babak Baru, Trump Batalkan Serangan Terbesar Sejak PD 2
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Bagaimana Proyeksi Besok?
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 20.39
Iran Ogah Damai 'Cuma-Cuma', AS dan Dunia Tertekan Harga Minyak
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.51
Harga Minyak Dunia Melejit, Harga BBM Pertamax Diramal Bisa Rp20.000
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.40
AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.20