Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Anjlok 4,5%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
Harga minyak dunia anjlok hingga 4,5% pada Senin (3/8/2026) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Kontrak berjangka WTI turun menjadi US$80,89 per barel dan Brent menjadi US$84,10 per barel. Trump mengumumkan pembatalan serangan lewat Truth Social, menyebut Iran dan negara-negara Timur Tengah meminta penundaan karena kerangka kesepakatan telah disepakati, termasuk pembukaan Selat Hormuz dan pengakhiran ancaman nuklir Iran.
Namun, Iran merespons hati-hati. Pejabat pertahanan Iran menyebut pernyataan Trump sebagai bagian kampanye perang psikologis, sementara kantor berita Fars menepis tawaran tersebut sebagai sekadar "daftar keinginan". Ketegangan di kawasan tetap tinggi setelah Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz pada pekan sebelumnya.
Situasi keamanan maritim global semakin kacau. CEO Chevron Mike Wirth memperingatkan cadangan minyak global menurun, sementara CEO Exxon Darren Woods mendesak Selat Hormuz segera dibuka kembali. Vice Chairman S&P Global Dan Yergin menyebut enam perairan besar telah menjadi arena perang minyak, dengan sekitar 6 juta barel per hari kapasitas kilang tidak beroperasi, berdampak pada ekonomi global termasuk petani di Brasil yang menghadapi kenaikan harga solar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.58
Harga Minyak Anjlok Nyaris 5% ke US$83 usai Trump Tunda Serang Iran
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.25
Harga Minyak Dunia Bangkit Tipis, Perang AS-Iran Masih Bayangi Pasar
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Bangkit, Ancaman Hormuz Belum Hilang
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 05.15
Skenario Paling Realistis Akhiri Perang: Berikan Iran Kontrol Administratif Jangka Pendek di Selat Hormuz
Berita terkait
Iran Ogah Damai 'Cuma-Cuma', AS dan Dunia Tertekan Harga Minyak
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.51
Donald Trump Menyukai Gagasan Menjadikan Selat Hormuz Wilayah AS
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.30
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26