Tambang Ilegal Ditertibkan, Produksi PT Timah Jadi Meningkat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia tengah giat menertibkan kegiatan pertambangan timah ilegal di Bangka Belitung, yang sebelumnya mendominasi pasokan dengan perkiraan 80% dari total produksi dan sekitar 12.000 ton ekspor ilegal per tahun. Upaya ini menjadi katalis bagi PT Timah Tbk (TINS) untuk memulihkan produksinya. Pada semester I-2025, produksi bijih timah TINS turun 32% ke 6.997 ton akibat persaingan dengan penambang ilegal. Namun, pada semester I-2026, produksi pulih mencapai 12.232 ton, naik sekitar 75%. Produksi logam timah mencapai 10.865 metrik ton dengan penjualan 10.984 metrik ton, melonjak 85% dari 5.933 metrik ton setahun sebelumnya.
Kinerja keuangan TINS mengalami lonjakan signifikan. Pendapatan mencapai Rp10,42 triliun, naik 147% dari Rp4,22 triliun. Laba bersih melonjak 805% menjadi Rp2,71 triliun dari Rp300 miliar, melebihi target tahunan sebesar 169%. Lonjakan ini didorong oleh pemulihan produksi dan kenaikan harga timah di London Metal Exchange (LME) yang mencapai US$50.319 per metrik ton, naik 56,7%.
Kapitalisasi pasar TINS melompat dari Rp7,6 triliun pada Agustus 2025 menjadi Rp28,75 triliun pada Agustus 2026. Analis Hans Kwee dari Pasar Dana tetap merekomendasikan saham TINS dengan target harga Rp4.700-Rp5.000, didukung oleh PER sekitar 4,49 kali, net profit margin 26%, dan ROE 51%. Prospek harga timah tetap positif mendukung pertumbuhan ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.15
Penertiban Tambang Timah Ilegal Jadi Angin Segar bagi PT Timah
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 19.10
Analis Sebut Penertiban Tambang Ilegal Pacu Produksi Timah Nasional
Berita terkait
Penertiban Tambang Ilegal Dinilai Titik Awal Tata Kelola Industri yang Lebih Sehat
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.34
Tambang Ilegal Ditertibkan, Kinerja Industri Timah Menguat
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 22.21
1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup, Prabowo Perintahkan TNI-Polri Usut Tuntas
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 15.14
Prabowo Klaim 1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup, Laba TINS Naik 804%
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 11.55