Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tambang Ilegal Ditertibkan, Produksi PT Timah Jadi Meningkat

Pemerintah Indonesia tengah giat menertibkan kegiatan pertambangan timah ilegal di Bangka Belitung, yang sebelumnya mendominasi pasokan dengan perkiraan 80% dari total produksi dan sekitar 12.000 ton ekspor ilegal per tahun. Upaya ini menjadi katalis bagi PT Timah Tbk (TINS) untuk memulihkan produksinya. Pada semester I-2025, produksi bijih timah TINS turun 32% ke 6.997 ton akibat persaingan dengan penambang ilegal. Namun, pada semester I-2026, produksi pulih mencapai 12.232 ton, naik sekitar 75%. Produksi logam timah mencapai 10.865 metrik ton dengan penjualan 10.984 metrik ton, melonjak 85% dari 5.933 metrik ton setahun sebelumnya.

Kinerja keuangan TINS mengalami lonjakan signifikan. Pendapatan mencapai Rp10,42 triliun, naik 147% dari Rp4,22 triliun. Laba bersih melonjak 805% menjadi Rp2,71 triliun dari Rp300 miliar, melebihi target tahunan sebesar 169%. Lonjakan ini didorong oleh pemulihan produksi dan kenaikan harga timah di London Metal Exchange (LME) yang mencapai US$50.319 per metrik ton, naik 56,7%.

Kapitalisasi pasar TINS melompat dari Rp7,6 triliun pada Agustus 2025 menjadi Rp28,75 triliun pada Agustus 2026. Analis Hans Kwee dari Pasar Dana tetap merekomendasikan saham TINS dengan target harga Rp4.700-Rp5.000, didukung oleh PER sekitar 4,49 kali, net profit margin 26%, dan ROE 51%. Prospek harga timah tetap positif mendukung pertumbuhan ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait