Penertiban Tambang Timah Ilegal Jadi Angin Segar bagi PT Timah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4635089/original/050952500_1699055704-Peleburan_2.jpg)
Penertiban tambang timah ilegal di Bangka Belitung membuka peluang bagi PT Timah Tbk untuk meningkatkan produksi dan kinerja keuangan. Pemerintah menargetkan penutupan 1.000 tambang ilegal, dengan sektor shadow mencapai 80% produksi total. Pada semester I 2025, produksi TINS turun 32% menjadi 6.997 ton Sn, namun pada semester I 2026 lonjak menjadi 12.232 ton Sn, naik 75%. Penjualan logam timah naik 85% menjadi 10.984 metrik ton, pendapatan Rp 10,42 triliun (naik 147%), laba bersih Rp 2,71 triliun (naik 805%). Kapitalisasi pasar naik dari Rp 7,6 triliun ke Rp 28,75 triliun. Harga timah LME rata-rata US$ 50.319/ton, naik 56,7% dari semester I 2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 12.36
Terimbas Penutupan Tambang Ilegal, Kinerja Keuangan TINS Melesat
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 11.15
Bukan Rp300 T, MA Koreksi Kerugian Negara di Korupsi Timah Jadi Rp28 T
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.15
Tambang Ilegal Ditertibkan, Produksi PT Timah Jadi Meningkat
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 19.10
Analis Sebut Penertiban Tambang Ilegal Pacu Produksi Timah Nasional
Berita terkait
TINS Diizinkan Beli Timah dari Tambang Ilegal Warga? Ini Kata Yusril
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.45
PT Timah Targetkan Tata Kelola Pertambangan Belitung Normal Pertengahan 2027
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 10.30
Laba TINS Terbang 805% Jadi Rp2,71 T, Manajemen Ungkap Rahasianya
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.15
Harga Komoditas: Minyak Mentah Anjlok 3 Persen, Timah Naik Tipis 0,19 Persen
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 09.42