Analis Sebut Penertiban Tambang Ilegal Pacu Produksi Timah Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sekitar 80 persen produksi timah di Bangka Belitung berasal dari sektor ilegal atau 'shadow mining', yang menjadi kompetitor tidak resmi bagi produsen resmi seperti TINS. Aktivitas ini diperkirakan menyumbang hingga 12.000 ton ekspor timah ilegal per tahun, menurut Indonesian Tin Exporters Association. Akibat persaingan dengan penambang ilegal, produksi bijih timah TINS pada semester I 2025 turun 32 persen secara tahunan, mencapai 6.997 ton. Untuk menghadapi hal ini, pemerintah menargetkan penutupan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di wilayah tersebut. Penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal diharapkan menjadi katalis positif bagi TINS, karena pasokan bijih yang sebelumnya berada di jalur informal berpeluang kembali masuk ke rantai pasok resmi, sehingga dapat mendukung pemulihan produksi dan stabilitas pasokan nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 12.36
Terimbas Penutupan Tambang Ilegal, Kinerja Keuangan TINS Melesat
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.15
Penertiban Tambang Timah Ilegal Jadi Angin Segar bagi PT Timah
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.15
Tambang Ilegal Ditertibkan, Produksi PT Timah Jadi Meningkat
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.52
Efek 'Sulap' Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis
Berita terkait
TINS Targetkan Penjualan Logam Timah untuk Domestik Bisa Capai 20%
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.15
Tutup Kebocoran! Produksi Bijih Timah RI Melejit 10 Kali Lipat
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 11.45
Produksi Timah Belitung Melonjak, RKAB TINS 3.000 Ton Habis 2,5 Bulan
kumparan · 15 September 2026 pukul 21.00
Laba Meroket, PT Timah (TINS) Mau Revisi Target RKAP 2026
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.15