Tanah dan Bangunan Dilewati Jalur MRT Jakarta Siap-Siap Berubah Total
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kehadiran MRT Jakarta tidak hanya mengubah pola mobilitas masyarakat tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi kawasan sekitar stasiun melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD). TOD membuka peluang pertumbuhan ekonomi dengan mengubah stasiun menjadi pusat aktivitas baru seperti perkantoran, perdagangan, dan kuliner, serta mendorong regenerasi urban. Nilai properti dan daya tarik bisnis bangunan yang terhubung langsung dengan stasiun meningkat.
Contoh nyata seperti Blok M Plaza dan Poins Square menunjukkan peningkatan aktivitas dan market value setelah terhubung langsung dengan stasiun MRT. Interkoneksi antara stasiun dan gedung sekitarnya memberikan manfaat bagi pengguna transportasi dan pemilik properti, menjadikan kawasan lebih hidup dan komersial.
Saat ini, MRT Jakarta mengelola sembilan kawasan TOD di jalur fase 1 dan 2. Lima kawasan telah memiliki regulasi lengkap, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M-ASEAN, Istora Mandiri, dan Dukuh Atas. Bundaran HI dalam proses penetapan, sedangkan Kota Tua, Setiabudi, dan Bendungan Hilir masih menunggu penyelesaian regulasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 22.49
Jembatan Deck Dukuh Atas Rp 300 M Bakal Dibangun, Kini Proses Tender
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.30
Pedestrian Deck Dukuh Atas, Upaya MRT Jakarta Satukan Enam Transportasi
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 21.11
Kata Pramono MRT Bak di Tokyo Usai Bisa Tap In-Tap Out Kartu Kredit
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 15.24
ADCP Minta Maaf Telat Serah Terima Unit, Akui Terkendala Masalah Keuangan
Berita terkait
Marak Proyek TOD di Jakarta, Begini Efek Dahsyatnya
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 13.30
Properti-Investasi Kawasan Transit, Jalan MRT Jakarta Menjemput Kemandirian
kumparan · 27 September 2026 pukul 16.00
Cegah Macet, MRT Kembangkan Park and Ride Lebak Bulus
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.37
MRT Beber 10 Proyek Baru untuk Ubah Kawasan Jakarta, Mana Saja?
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 10.38