Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran menegaskan kendolikan penuh atas Selat Hormuz dan menolak membuka jalur tersebut tanpa pemenuhian syarat yang ditetapkan. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka atau ditutup berdasarkan perintah Iran, sementara Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menegaskan bahwa negosiasi hanya akan dilanjutkan setelah AS memenuhi persyaratan terkait pengelolaan jalur pelayaran. Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, yang sebelumnya menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia, belum kembali normal. Analisis perusahaan pelacak kapal Kpler menunjukkan hanya dua kapal yang terlihat melewati selat pada Jumat, jauh di bawah kondisi sebelum perang yang mencapai lebih dari 130 kapal per hari. Kapal-kapal yang berani melewati tanpa izin Iran berisiko diserang oleh rudal atau drone.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta warga AS bersiap menghadapi kenaikan harga bensin sebagai konsekuensi perang, sekaligus mengancam akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran. Pencegahan Iran dari memperoleh senjata nuklir menjadi salah satu alasan utama Trump mendukung konflik ini. Dalam kampanyenya di New York, Trump berkata bahwa warga AS perlu membayar lebih mahal untuk bensin guna memastikan negara yang disebutnya 'sangat jahat' tidak memiliki senjata nuklir.
Tekanan ekonomi juga mulai terasa di Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyalahkan inflasi tinggi pada blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan sanksi terhadap ekspor minyak. Kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni untuk mengakhiri perang kini dinilai tidak berlaku lagi. Araqchi menegaskan bahwa Iran tidak memiliki gencatan senjata yang dapat diperpanjang, melainkan 'akhir perang' yang kini berubah menjadi fase baru dalam konflik. Serangan terbatas Iran terhadap kapal yang melanggar ketentuan kesepakatan, diikuti dengan serangan AS terhadap wilayah Iran bagian selatan, menandakan eskalasi yang berlanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 09.00
AS Bisa Mempertahankan Blokade Laut Terhadap Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.47
Iran Janjikan Rp500 Juta bagi Warga yang Tangkap Tentara AS
Berita terkait
Militer Iran Tolak Klaim AS soal Kapal-kapal Bisa Melintasi Selat Hormuz secara Normal
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 22.31
Perang Iran Kuras Cadangan Minyak AS di Bawah 300 Juta Barel, Terendah sejak 1983
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 13.38
Iran Tak Akan Serahkan Kendali Selat Hormuz dalam Keadaan Apa Pun!
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.23
Iran Ungkap Nasib Blokade Selat Hormuz, Bongkar 'Kebohongan' AS Ini
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 07.15