AS Bisa Mempertahankan Blokade Laut Terhadap Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan militer Amerika Serikat memiliki aset untuk mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu. Ia menyarankan kepada Presiden Donald Trump bahwa blokade dapat diteruskan untuk mendukung negosiasi pengakhiran konflik yang dimulai pada Februari lalu namun belum membuahkan hasil. Blokade ini merupakan bagian dari tekanan ekonomi terhadap Iran.
Presiden Trump sebelumnya mengklaim AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Setelah perang pecah akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Iran menutup selat tersebut. AS kemudian memberlakukan blokade laut, mengerahkan puluhan ribu tentara dan lebih dari 20 kapal perang ke Timur Tengah.
Sejak blokade diberlakukan, militer AS telah mengalihkan arah lebih dari 55 kapal komersial, melumpuhkan tiga kapal, dan menaiki dua kapal lainnya. Insiden terbaru melibatkan helikopter AS yang menembakkan rudal ke kapal berbendera Panama setelah diabaikannya peringatan. Blokade ini bertujuan melindungi kebebasan navigasi bagi kapal non-Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 22.31
Militer Iran Tolak Klaim AS soal Kapal-kapal Bisa Melintasi Selat Hormuz secara Normal
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Berita terkait
2 Kapal Minyak UEA Diserang Saat Melintasi Selat Hormuz
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.16
Mulai Pekan Depan. AS Siapkan Isolasi Ekonomi Iran Lebih Keras dari Sebelumnya
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 10.44
IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka Sampai AS Penuhi Syarat: Ini Medan Perang
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 18.29
Balas Iran, Amerika Lumpuhkan Dua Kapal di Selat Hormuz
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 13.32