Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menepis klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penguasaan Selat Hormuz. Melalui unggahan di media sosial X, Gharibabadi menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut tidak dapat dikuasai hanya dengan mengandalkan cuitan, unjuk kekuatan kapal induk, perintah, maupun pidato kampanye politik. Iran menyatakan tidak takut terhadap intimidasi AS dan meminta pihak Washington untuk menerima kenyataan atas kekalahan strategisnya.
Pernyataan ini merespons klaim Donald Trump sebelumnya di platform Truth Social, yang menyebutkan bahwa Angkatan Laut AS memegang kendali penuh serta memberlakukan blokade total di kawasan tersebut. Trump bahkan menyatakan niatnya untuk segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah resmi Amerika Serikat setelah mengalahkan Iran sepenuhnya.
Menanggapi ancaman tersebut, Teheran menegaskan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kedaulatan Iran dan pembukaan jalur hanya terjadi atas izin Teheran. Pihak Iran memastikan akan terus mempertahankan blokade selama Amerika Serikat tetap melakukan intervensi militer serta mengabaikan ketentuan kesepakatan kerangka kerja bulan Juni yang telah dibuat kedua belah pihak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.30
Donald Trump Menyukai Gagasan Menjadikan Selat Hormuz Wilayah AS
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.35
Komandan Angkatan Darat Iran Tegaskan AS tidak Berhak Memasuki Teluk Persia
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.22
Iran Siap Arahkan "Serangan" Baru ke Eropa, Ini Targetnya
Berita terkait
Donald Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Iran! Selat Hormuz Makin Memanas, Teheran Masih Gigit Jari?
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 07.24
Jika AS Lancarkan Invasi Lagi, Iran Siapkan 5 Taktik Serangan Tak Terduga
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 03.30
Iran Ogah Damai 'Cuma-Cuma', AS dan Dunia Tertekan Harga Minyak
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.51
Iran dan AS Saling Lempar Ancaman
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.47