Tantangan Iran ke Trump Sebab Stok Senjata Masih Berlimpah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa kemampuan militer mereka rusak parah. Wakil Komandan Militer Iran, Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh, menyatakan 75 persen kemampuan rudal dan drone masih utuh dan siap digunakan meskipun telah dihantam serangan AS dan Israel. Iran menantang Trump dengan pernyataan ini, menggambarkan sistem drone mereka sebagai 'mimpi buruk bagi musuh'.
Sebelumnya, Trump mengklaim pada Juni bahwa Iran hanya memiliki sekitar 21-22 persen kapasitas produksi rudal, dengan sebagian besar pabrik dan landasan peluncuran lumpuh. Klaim ini disampaikan dalam wawancara dengan NBC News.
Sementara itu, Wapres AS JD Vance menyatakan prioritas utama adalah menurunkan harga bahan bakar bagi warga Amerika, lebih penting daripada program nuklir Iran. Vance menekankan tujuan menjaga harga minyak dan gas tetap murah, dengan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir sebagai prioritas kedua.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.21
Trump Tak Peduli Diteriaki Sana-sini, DPR AS Emosi-Iran Bantah Keras
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.00
Trump Sebut Selat Hormuz Bakal Jadi Milik AS, Iran: Itu Kebohongan
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 15.24
Trump disebut "bercanda" soal deklarasi Selat Hormuz jadi wilayah AS
Berita terkait
Trump Sesumbar Mau Deklarasikan Selat Hormuz Sebagai Wilayah AS
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 06.52
Iran Tantang Trump: Lebih dari 75 Persen Rudal-Drone Siap Dipakai!
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.26
Harga Minyak Mentah Naik 2,65 Persen, Pasar Khawatir Trump Serang Oman
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 08.28
Trump: Iran Harusnya Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah!
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.27