Tekan Kasus Jantung dengan Masifkan Upaya Promotif dan Preventif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penyakit jantung (PJB) merupakan salah satu penyakit dengan biaya tinggi yang dijamin oleh Program JKN. Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar, menekankan perlunya upaya promotif dan preventif sekaligus penerapan pola hidup sehat untuk menekan angka PJB yang tinggi. Ia juga menyarankan Program JKN ditingkatkan efisiensinya dengan pendekatan Value-Based Health Care berbasis outcome. Sementara itu, Kepala RS Dustira, Muchlas Fahmi, mengaku komitmen meningkatkan kualitas pelayanan penyakit jantung, terbukti dengan 975 pasien cathlab seluruhnya peserta JKN dari Januari hingga Agustus 2026. Direktur BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan kecepatan penanganan pasien kritis seperti serangan jantung penting untuk menurunkan angka kematian, sementara program JKN mengalami defisit Rp2 triliun per bulan dan menantikan donasi dana Rp20 triliun dari Kemenkeu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 21.10
Dorong Transformasi Mutu JKN, BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Seva Paramahita Award 2026
Berita terkait
Kasus Jantung Capai 29,7 Juta, BPJS Perkuat Layanan Berbasis Outcome
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.19
Tembus Rp17,35 Triliun, Pembiayaan Penyakit Jantung Bebani Anggaran JKN
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 10.27
Mengapa BPJS Tidak Menanggung Korban Bencana Alam?
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 16.59
Mengapa BPJS Tidak Menanggung Korban Bencana Alam?
kumparan · 11 September 2026 pukul 16.05