Kasus Jantung Capai 29,7 Juta, BPJS Perkuat Layanan Berbasis Outcome
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 2025, penyakit jantung menjadi salah satu prioritas Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan lebih dari 29,7 juta kasus dan pembiayaan sekitar Rp17,35 triliun. BPJS Kesehatan memperkuat layanan melalui pendekatan Value-Based Health Care yang menekankan health outcomes dan total biaya pelayanan. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan transformasi ini mencakup pengendalian tekanan darah, gula darah, serta penerapan Heart Team dan staged revascularization di rumah sakit. Tingginya biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit menjadi tantangan, dengan total biaya JKN mencapai Rp191,3 triliun pada 2025, dimana 87,1% berasal dari rumah sakit. BPJS Kesehatan mengalami defisit Rp2 triliun per bulan dan menantikan suntikan dana Rp20 triliun dari Kemenkeu untuk menjaga keberlanjutan program.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 September 2026 pukul 19.34
BPJS Kesehatan Soroti Cash Flow Gap Rp 2 Triliun per Bulan, Ini Penyebabnya
Berita terkait
Tembus Rp17,35 Triliun, Pembiayaan Penyakit Jantung Bebani Anggaran JKN
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 10.27
Riset Ungkap Bahaya Polusi Jabodetabek Bisa Tambah Beban Biaya Kesehatan
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 15.04
BPJS Kesehatan Kejar Pencairan Rp 20 T ke Menkeu untuk Pemutihan Tunggakan Iuran
kumparan · 17 September 2026 pukul 11.47
Gugatan Pasien Cuci Darah agar Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan Kandas di MK
Detik.com · 17 September 2026 pukul 10.29