Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Telepon MBS di Balik Trump Tunda Serangan ke Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump awalnya mengancam Iran dengan serangan militer besar-besaran, menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir dan AS akan menang dalam perang yang berlangsung sejak Februari. Ancaman ini muncul saat media melaporkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang akan menjadi yang paling besar sejak Perang Dunia II.

Namun, Trump kemudian membatalkan serangan tersebut melalui pernyataan di akun Truth Social. Ia menyebutkan bahwa Iran dan negara-negara Timur Tengah meminta penundaan karena kesepakatan telah dicapai, yang mencakup pembukaan total Selat Hormuz dan pengakhiran ancaman nuklir Iran. Israel juga mendukung komitmen ini, dan Trump menekankan bahwa kesepakatan ini demi masa depan Iran.

Laporan dari Axios mengungkapkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump sebelum pembatalan, mendesaknya untuk membatalkan serangan dan kembali ke negosiasi. Peran diplomatik Saudi ini membantu mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait