Telepon MBS di Balik Trump Tunda Serangan ke Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump awalnya mengancam Iran dengan serangan militer besar-besaran, menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir dan AS akan menang dalam perang yang berlangsung sejak Februari. Ancaman ini muncul saat media melaporkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang akan menjadi yang paling besar sejak Perang Dunia II.
Namun, Trump kemudian membatalkan serangan tersebut melalui pernyataan di akun Truth Social. Ia menyebutkan bahwa Iran dan negara-negara Timur Tengah meminta penundaan karena kesepakatan telah dicapai, yang mencakup pembukaan total Selat Hormuz dan pengakhiran ancaman nuklir Iran. Israel juga mendukung komitmen ini, dan Trump menekankan bahwa kesepakatan ini demi masa depan Iran.
Laporan dari Axios mengungkapkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump sebelum pembatalan, mendesaknya untuk membatalkan serangan dan kembali ke negosiasi. Peran diplomatik Saudi ini membantu mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 14.25
Penuhi Permohonan MBS, Trump Batalkan Serangan Besar-besaran ke Iran
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.50
Berbicara dengan Trump, Pangeran MBS Minta Rencana Serangan AS ke Iran Dibatalkan
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 18.45
Trump Telpon Pangeran MBS sebelum Batalkan Serangan ke Iran
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 15.41
Ini Detail Permintaan MBS untuk Memohon Trump Batalkan Serangan ke Iran
Berita terkait
Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.01
Mengapa Israel Sangat Takut dengan Pakta Pertahanan Mekkah?
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 02.20
Iran Tuding Arab Saudi Terlalu Bergantung dengan Kekuatan Asing
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 16.17
Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Situasi Timteng Makin Ngeri
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.03