Temuan FATF: Kasino Online dan Sports Betting Paling Rawan Cuci Uang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan FATF tentang Risiko Gaming dan Gambling menunjukkan bahwa kasino (fisik dan daring) serta taruhan olahraga (sports betting) memiliki tingkat risiko pencucian uang tertinggi dibandingkan bentuk perjudian lainnya. Risiko ini semakin meningkat seiring pertumbuhan penggunaan platform daring dan sistem pembayaran lintas negara seperti uang tunai, kartu, transfer bank, aset virtual, uang elektronik, dan layanan pihak ketiga. Meskipun platform gaming memiliki karakteristik serupa dengan perjudian, skala penyalahgunaannya untuk pencucian uang masih lebih terbatas. Namun, online gaming justru menunjukkan lebih banyak kasus terkait pendanaan terorisme dibandingkan sektor perjudian secara keseluruhan. FATF juga menemukan bahwa risiko pendanaan proliferasi (PF) masih sangat rendah di kedua sektor ini. Metode pembayaran seperti dompet elektronik, uang seluler, dan aset virtual dinilai rentan terhadap berbagai risiko keuangan karena kemudahan transaksi anonim dan konversi nilai lintas wilayah. Selain itu, keterkaitan platform perjudian dengan media sosial memperbesar celah untuk koordinasi kegiatan ilegal seperti manipulasi pertandingan, rekrutmen money mule, hingga penggalangan dana teroris.
Bagikan
Berita terkait
Hawala Sarang Pencucian Uang, PPTAK Kasih Peringatan Buat Penggunanya
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 14.20
Bareskrim Jerat Bos Judi Kasino Batam dengan Pasal Pencucian Uang
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 10.22
Bareskrim bongkar judi daring deposit pulsa bertransaksi Rp890 miliar
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.42
Kejari Tanjung Perak Setor Rp4,9 Miliar Aset TPPU Judi Online ke Kas Negara
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 09.54