Terinspirasi Keluarga Nabi Muhammad SAW, Panglima IRGC Klaim Iran Paksa AS Bertekuk Lutut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa pasukapannya telah berhasil membuat "tentara dengan persenjataan terberat dalam sejarah dunia bertekuk lutut" melalui operasi ofensif dan defensif yang sukses selama enam bulan terakhir. Dalam pesannya, Vahidi mengucapkan terima kasih kepada pasukan atas pengorbanan dan kinerja mereka yang, menurutnya, telah memikat dunia dan membangkitkan harapan di kalangan kaum tertindas untuk mengalahkan kekuatan global. Ia juga menyebutkan bahwa pasukan tersebut berjuang di kondisi ekstrim, mulai dari panas tinggi di pulau dan pesisir selatan hingga suhu beku di pegunungan utara perbatasan Iran.
Vahidi memuji pasukan atas tindakan yang "terinspirasi oleh keluarga Nabi Muhammad SAW," seraya mengaitkan pencapaian mereka dengan kisah kepahlawanan dari perang delapan tahun yang dipaksakan rezim Ba'ath Irak terhadap Iran, serta pertempuran bersejarah Badar dan Khaibar. Menurut laporan, Iran telah menyesuaikan taktik penggunaan rudal dan drone-nya selama agresi AS terbaru, yang semakin menantang pertahanan udara AS di wilayah Asia Barat.
Di samping itu, Vahidi menyampaikan bahwa inovasi dalam manajemen medan perang di bawah kepemimpinan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, telah membuka jalan baru bagi perlawanan di kalangan masyarakat tertindas di seluruh dunia. Ia menambahkan bahwa kemampuan pasukan untuk memaksakan kehendak terhadap musuh menjadi bukti bahwa tatanan Islam pada akhirnya dapat meraih kemenangan secara global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 00.01
Kapal UEA Kembali Diserang di Selat Hormuz
Berita terkait
Siapa Ahmad Vahidi? Panglima IRGC yang Dituding Mendalangi Pengeboman Pusat Yahudi di Argentina
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 01.10
Garda Revolusi Iran Klaim 200 Pesawat Musuh Ditembak Jatuh
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 20.25
Halangi Pembukaan Selat Hormuz, Trump Ancam Bombardir Oman
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 19.53
Jenderal IRGC: Iran Mampu Perang Panjang Melawan AS hingga Trump Lengser
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.18