Tetap Waspada, Hal Ini Masih Jadi Ancaman Bagi Ekonomi RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom senior Prasasti Center, Piter Abdullah, memperingatkan bahwa gejolak global masih menjadi tantangan besar bagi perekonomian Indonesia. Ketegangan di Timur Tengah meski mereda dan suku bunga global yang tinggi berpotensi memicu tarik menarik modal asing dalam jangka panjang. Dampaknya terlihat pada neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit dalam dua bulan terakhir, serta neraca jasa yang juga defisit, sehingga neraca pembayaran diperkirakan defisit ke depan. Hal ini menempatkan rupiah di bawah tekanan signifikan, dengan nilai tukar saat ini bertengger di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Piter menegaskan perlunya mitigasi tepat dari pemerintah untuk mengantisipasi risiko agar tidak memperparah beban ekonomi. Kunci pemulihan terletak pada kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah dan lembaga terkait. Imbal hasil yang menarik diperlukan agar investor menancapkan dana di Indonesia, sehingga neraca modal dan keuangan bisa surplus untuk menutupi defisit current account. Piter optimis rupiah akan menguat menuju nilai fundamentalnya, meski prosesnya tidak instan dan memerlukan pemulihan trust investor yang penuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 18.00
Rupiah Menguat ke 17.897 per Dolar AS, Cadangan Devisa Jadi Penopang
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 17.05
Ditopang Cadev USD145,3 Miliar, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp17.897
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.27
Rupiah Dibuka Melemah ke 17.935 terhadap Dolar AS, Begini Prediksi Hari Ini
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.52
Ekonomi Kuartal II-2026 Tumbuh Melambat, Pemerintah Pede Target 6 Persen Akhir Tahun
Berita terkait
BI dorong masyarakat menghormati rupiah sebagai simbol negara
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.30
Komisi XI sebut PFII bisa beri insentif hingga kewarganegaraan ganda
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.41
Hampir Rp4.000 Triliun, APBN Harus Dirasakan Rakyat
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.36
Prabowo Beberkan Asumsi Makro Ekonomi RI 2027, Targetkan Pertumbuhan 6 Persen
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.01