Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tetap Waspada, Hal Ini Masih Jadi Ancaman Bagi Ekonomi RI

Ekonom senior Prasasti Center, Piter Abdullah, memperingatkan bahwa gejolak global masih menjadi tantangan besar bagi perekonomian Indonesia. Ketegangan di Timur Tengah meski mereda dan suku bunga global yang tinggi berpotensi memicu tarik menarik modal asing dalam jangka panjang. Dampaknya terlihat pada neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit dalam dua bulan terakhir, serta neraca jasa yang juga defisit, sehingga neraca pembayaran diperkirakan defisit ke depan. Hal ini menempatkan rupiah di bawah tekanan signifikan, dengan nilai tukar saat ini bertengger di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Piter menegaskan perlunya mitigasi tepat dari pemerintah untuk mengantisipasi risiko agar tidak memperparah beban ekonomi. Kunci pemulihan terletak pada kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah dan lembaga terkait. Imbal hasil yang menarik diperlukan agar investor menancapkan dana di Indonesia, sehingga neraca modal dan keuangan bisa surplus untuk menutupi defisit current account. Piter optimis rupiah akan menguat menuju nilai fundamentalnya, meski prosesnya tidak instan dan memerlukan pemulihan trust investor yang penuh.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait