Rupiah Berpotensi Melemah, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Data ULN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan melemah kembali pada perdagangan Kamis (17/9), setelah ditutup melemah 2 poin menjadi Rp 17.696 per USD pada Rabu (16/9). Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen luar dan dalam negeri, dengan tekanan utama berasal dari kebijakan moneter The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25 persen pada pertemuan September, sesuai data CME FedWatch yang menunjukkan peluang 92,4 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.05
The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 18.51
Rupiah Hari Ini Melemah ke 17.696, Investor Menanti Hasil Rapat The Fed
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.22
Pengamat Optimistis The Fed Pertahankan Suku Bunga, Ini Alasannya
Berita terkait
Rupiah Terancam Melemah ke Rp 17.800, Efek Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed
JawaPos · 3 September 2026 pukul 07.45
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15
Rupiah melemah dipengaruhi potensi kuat kenaikan suku bunga Fed
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 10.43
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS Rabu Pagi
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 09.31