TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sianida, Diduga Untuk Tambang Ilegal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lanal Gorontalo menggagalkan penyelundupan tiga ton sianida asal Filipina yang masuk melalui perairan Gorontalo Utara. Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi, menduga bahan berbahaya tersebut ditujukan untuk memasok aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.
Dugaan ini didasarkan pada pola penyelundupan sebelumnya, di mana merek sianida yang sama hampir seluruhnya digunakan untuk tambang ilegal. Selain motif ekonomi, kelangkaan sianida saat ini turut meningkatkan nilai jual bahan tersebut. Aparat kini tengah menelusuri jaringan penyelundupan untuk mengungkap pihak di balik pengiriman tersebut.
Bagikan
Berita terkait
TNI AL tertibkan SDA tambang senilai Rp10,25 triliun pada 2026
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 18.00
TNI AL dan Bea Cukai Tangkap Penyelundup 400 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 17.28
Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal WNA India di RI, Olah 30 Kg/Hari
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 15.00
Kronologi Kapal Penyelundup 1,3 Ton Narkotika Ditangkap di Laut Kepri
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.47