Todung Mulya Lubis Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Meninggalnya Bambang saat Kerusuhan 27 Agustus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengacara senior dan aktivis HAM Todung Mulya Lubis mendesak pemerintah dan kepolisian untuk segera menyelidiki kasus kematian Bambang Setiyawan (60), warga Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Bambang dilaporkan meninggal pada Kamis (27/8/2026) saat terjadi bentrokan antara aparat dan massa aksi di kawasan Pejompongan. Dalam rekaman video yang viral di media sosial, tampak Bambang diduga dikeroyok oleh massa aksi tak dikenal. Todung menjelaskan bahwa Bambang bukan merupakan peserta demonstrasi, namun terlibat secara tidak langsung dan mengalami pemukulan hingga tewas. Menurutnya, penghilangan nyawa ini merupakan pelanggaran HAM yang harus diusut secara tuntas. Ia menekankan pentingnya investigasi transparan agar semua pihak yang terlibat dapat dipertanggungjawabkan sesuai hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 18.18
Penjelasan Polisi Soal Peluang Revaldo Jalani Rehabilitasi
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 10.48
Polisi Masih Hitung Total Kerusakan Pasca Kerusuhan 27 Agustus Malam
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 22.45
Polisi Beberkan Kronologi Meninggalnya Pedagang Cermin Saat Kericuhan di Pejompongan
Berita terkait
Polisi Tangkap Sopir Taksi Online Pelaku Pencabulan Terhadap Wanita
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 04.00
Perampok Nenek di Cakung Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 15.57
Viral Pelajar Madrasah Dikeroyok OTK saat Demo Rusuh, Polisi: Sempat Diamankan, Sudah Dipulangkan
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 16.00
322 Orang Ditangkap Polda Metro Jaya Terkait Demo di Depan Gedung DPR RI
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 22.07