Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Tony Fernandes Buka Suara Keuangan AirAsia Berdarah-darah

Tony Fernandes, pendiri AirAsia, menanggapi kondisi keuangan maskapie yang sulit. Ia menyatakan lonjangan biaya bahan bakar pesawat 66% pada Q2 2026 menjadi pemicu utama, jauh lebih signifikan dibanding dampak pandemi. AirAsia memiliki likuiditas kuat dengan saldo kas sebesar 954 juta ringgit, meskipun mencatat kerugian bersih 831 juta ringgit pada periode yang sama. Load factor grup mencapai 80% pada Q3, dengan prediksi permintaan kuat untuk Q4. Fernandes optimis terhadap operasional di Indonesia, Filipina, dan Thailand, serta menegaskan tidak ada yang bisa menggantikan 100 pesawat milik AirAsia di Malaysia dalam waktu singkat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait