AirAsia Goyang usai Rugi Rp3,39 T, Malaysia Bakal Gaet Batik Air dan Malaysia Airlines
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AirAsia menyimpang karena rugi Rp3,39 triliun pada KQ2 2026, dipicu kenaikan harga bahan bakar jet US$183/barel (naik 66%) dan kerugian kurs Rp331 juta. Saham perusahaan turun 21% pada September 2026, kumulatif 70% dalam 2026. Pemerintah Malaysia memulai scenario planning untuk menjaga konektivitas domestik, meminta Malaysia Airlines dan Batik Air menyerap pangsa pasar 60% domestik AirAsia. Kedua maskapai bersedia ekspansi, namun memerlukan pengambilalihan kontrak sewa pesawat. AirAsia sedang diskusi pendanaan US$1 miliar utama restrukturisasi utang, namun diperkirakan butuh US$3 miliar modal baru. Perusahaan memotong rute, mengembalikan 25 pesawat ke lessor, dan memiliki kewajiban lancar Rp75,1 triliun dengan kas Rp3,9 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.55
AirAsia Berdarah-darah, Malaysia Siapkan Skenario Darurat
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.51
Malaysia Rayu Maskapai Lokal-Batik Air Caplok Pasar AirAsia, Ada Apa?
Berita terkait
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, AirAsia Beri Pilihan ke Penumpang
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 15.23
Penumpang AirAsia Diduga BAB di Kursi, Bau Menyengat Penuhi Kabin hingga Mendarat di Shanghai
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 01.20
Bea Cukai Tangkap Pramugari Maskapai Malaysia Pakai Vape Etomidate
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.05
Rugi Air Asia Bengkak Jadi Rp 1,45 T Semester I-2026, Kenapa?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 08.44