Ibas Sebut Target 100 GW Listrik Bukan Cuma Soal Pembangkit, tapi Fondasi Ekonomi Tangguh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam Diskusi Kebangsaan 'Listrik Bersih, Energi Terjangkau, Ekonomi Tangguh' menyampaikan target pengembangan kapasitas listrik nasional menuju 100 GW sebagai momentum strategis untuk menciptakan investasi, memperkuat industri nasional, dan membuka lapangan kerja. Ia menekankan bahwa listrik adalah fondasi kesejahteraan ekonomi, bukan sekadar komoditas, dan menyatakan bahwa ketika kita menyalakan lampu, kita sedang menyalakan ekonomi. Ibas menawarkan empat pergeseran strategi: penguatan sistem jaringan transmisi, penyimpanan energi, interkoneksi, dan smart grid. Selain itu, perguruan tinggi, BRIN, dan industri didorong untuk bertransformasi menjadi pencipta teknologi energi. Ia juga menegaskan tiga prinsip dasar pengembangan EBT: bersih, terjangkau, dan andal. Diskusi tersebut juga menghimpun berbagai pandangan dari anggota parlemen, akademisi, dan praktisi lingkungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.39
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 14.17
Pemerintah Percepat Lelang 14 Lokasi Panas Bumi, Tak Lagi Tunggu 10 Tahun
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.34
Video:Bos PGE dan Strategi Manfaatkan Potensi 40% Panas Bumi Dunia di RI
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.36
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Berita terkait
ESDM Kantongi 9.000 Hektare Lahan untuk Kejar PLTS 30 GW
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 06.35
88% Potensi Panas Bumi RI Belum Dimanfaatkan, Industri Dorong Percepatan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.12
Dukung Transisi Energi, Indonesia-Jerman Siap Gelontorkan Rp47,5 T
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.47
ESDM Evaluasi 15 PLTU Emisi Tinggi Untuk Dipensiunkan Bertahap
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.15