Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Bikin Perang Terus, Bisnis Senjata AS Laris Manis

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengalirkan kontrak pertahanan besar-besaran kepada industri senjata AS. Pentagon memberikan kontrak senilai US$58,6 miliar (sekitar Rp1.054,8 triliun) kepada Lockheed Martin untuk memproduksi rudal pencegat Patriot. Perjanjian ini merupakan perpanjangan dari kesepakatan awal satu tahun menjadi tujuh tahun, mencakup pengadaan hingga tahun fiskal 2032. Langkah ini diambil untuk mengisi kembali stok amunisi AS yang menipis akibat konflik yang melibatkan Iran dan Ukraina, serta pasokan ke negara sekutu. Pentagon mendorong perpanjangan kontrak jangka panjang agar kapasitas produksi industri pertahanan dapat ditingkatkan dengan cepat.

Lockheed Martin menyatakan akan menggunakan dana baru ini untuk melipatgandakan kapasitas produksi rudal Patriot PAC-3 MSE pada akhir 2030. Perusahaan juga berencana menambah sekitar 650 pekerja di fasilitas Camden, Arkansas. Investasi senilai US$8-9 miliar hingga 2030 juga akan digunakan untuk memodernisasi lebih dari 20 fasilitas di AS. Di sisi lain, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan militer AS saat ini memiliki kurang dari 1.000 rudal Patriot dan kurang dari 250 rudal THAAD yang siap digunakan. Lonjakan belanja pertahanan ini juga membuat Inggris mewacanakan penerbitan kembali obligasi perang untuk membiayai peningkatan anggaran militernya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait