Trump Bikin Perang Terus, Bisnis Senjata AS Laris Manis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengalirkan kontrak pertahanan besar-besaran kepada industri senjata AS. Pentagon memberikan kontrak senilai US$58,6 miliar (sekitar Rp1.054,8 triliun) kepada Lockheed Martin untuk memproduksi rudal pencegat Patriot. Perjanjian ini merupakan perpanjangan dari kesepakatan awal satu tahun menjadi tujuh tahun, mencakup pengadaan hingga tahun fiskal 2032. Langkah ini diambil untuk mengisi kembali stok amunisi AS yang menipis akibat konflik yang melibatkan Iran dan Ukraina, serta pasokan ke negara sekutu. Pentagon mendorong perpanjangan kontrak jangka panjang agar kapasitas produksi industri pertahanan dapat ditingkatkan dengan cepat.
Lockheed Martin menyatakan akan menggunakan dana baru ini untuk melipatgandakan kapasitas produksi rudal Patriot PAC-3 MSE pada akhir 2030. Perusahaan juga berencana menambah sekitar 650 pekerja di fasilitas Camden, Arkansas. Investasi senilai US$8-9 miliar hingga 2030 juga akan digunakan untuk memodernisasi lebih dari 20 fasilitas di AS. Di sisi lain, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan militer AS saat ini memiliki kurang dari 1.000 rudal Patriot dan kurang dari 250 rudal THAAD yang siap digunakan. Lonjakan belanja pertahanan ini juga membuat Inggris mewacanakan penerbitan kembali obligasi perang untuk membiayai peningkatan anggaran militernya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 18.39
Mengkritik Kabinet Bayangan, Barisan Pembaharuan 08: Jangan Bangun Narasi yang Mengganggu Stabilitas Nasional
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 19.50
Prabowo: Situasi Global Sangat Rawan, Tapi Tak Ada Gunanya Kita Panik
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 18.15
Prabowo Ingatkan Kadin, Semua Negara Gagal Disebabkan Elitnya Ribut
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 17.54
Prabowo: Semua Negara yang Gagal, Elitenya Ribut Terus
Berita terkait
Video: Mencari Pengganti Perry Warjiyo, DPR Sebut Kriteria Gubernur BI
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 16.03
Iran dan Oman Lanjutkan Perundingan Selat Hormuz
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.14
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
Bamsoet Puji Capaian Pemerintahan Prabowo dari Swasembada Pangan-Reformasi Besar BUMN
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.22